you're reading...
All about Kediri

L’ Arc de Triomphe : monumen rujukan Simpang Lima Gumul

Beberapa tahun yang lalu di Kabupaten Kediri telah berdiri sebuah monumen yang terletak di tengah-tengah Simpang Lima Gumul. Monumen ini terkesan monumental dengan kemegahannya, kendaraan dari arah manapun akan diarahkan untuk mengelilingi monumen ini. Kedepannya monumen ini akan menjadi pusat aktivitas masyarakat Kediri seperti layaknya sebuah alun-alun, pemerintah daerah juga menyiapkan fasilitas pendukung disekitar monumen ini untuk parkir maupun sarana terbuka lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Pemerintah daerah berharap dengan adanya monumen ini akan membangkitkan potensi ekonomi dan budaya di Kabupaten Kediri.

monumen SLG

monumen SLG

 monumen Arc de triomphe

monumen Arc de triomphe

Monumen ini “mengadopsi” monumen l’Arc de Triomphe di Paris Perancis, dari sekilas memang tidak terlalu nampak perbedaan antara dua monumen ini. Banyak kalangan yang mempertanyakan hal ini, mengapa tidak membuat monumen yang mencirikan kota Kediri. Terlepas dari kontoversi yang ada kali ini saya akan mengupas monumen yang menjadi rujukan bagi monumen Simpang Lima Gumul yaitu monumen l’Arc de Triomphe. L’arc de Triomphe de l’Etoile atau disingkat l’Arc de Triomphe terletak di Paris di kawasan la place de l’ Etoile sebelah barat l’avenue des Champs-Elyses, 2,2 dari la place de la Concorde. Monumen yang dikelola oleh le Centre des monuments nationaux ini mempunyai tinggi mencapai 55 meter dan lebar 45 meter.MOnumen ini dibangun pada 26 Februari 1806 oleh arsitek Perancis yang bernama Jean Francois Chalgrin atas perintah Napoleon, pada tahun 1825 pembangunannya sempat terhenti karena keruntuhan Kekhaisaran Napoleon.Pembangunan Arc de Triomphe berlangsung sekitar 30 tahun dari 1806 sampai dengan 1836, pada tahun 1836 Arc de Triomphe diresmikan oleh Raja Louis-Philippe dan menjadikan monumen ini sebagai simbol kemenangan Perancis dan revolusi kekhaisaran Napoleon. Dana yang dihabiskan untuk membangun monumen ini sekitar 9,3 juta franc, sebuah jumlah yang besar untuk masa itu. L’Arc de Triomphe memberikan perspektif atas kota Paris ke arah 12 jalan kembarnya yang semuanya membentuk bintang. Jalan utama adalah l’Avenue Champs-Elysees, pada perayaan nasional Perancis setiap tanggal 14 Juli akan dilaksanakan parade tentara di sepanjang Champs-Elysees yang berakhir di Arc de Triomphe.

Ada 4 tema ukiran yang penting di Arc de Triomphe yaitu : Le Depart, Le Triomphe, Le Resistance dan Le Paix.

Le-depart

Le-depart

Selain itu di empat sisi Arc de Triomphe juga terdapat 6 relief dasar yang menggambarkan revolusi kekhaisaran yang terletak di bawah 4 tema ukiran utama di pinggir Arc de Triomphe.

Les funerailles du general Marceau le 20 septembre 1796

La bataille d’Aboukir le 25 juillet 1799

La bataille de Jemmappes le 6 novembre 1792

Le passage du pont d’Arcole le 15 novembre 1796

La prise d’Alexandrie le 3 juillet 1798

La bataille d’Austerlitz le 2 decembre 1805

Selain terdapat 4 tema ukiran utama dan 6 relief dasar, monumen Arc de Triomphe ini juga dihiasi oleh 30 perisai dan pedang, yang diatas perisai tersebut terdapat nama-nama perang pada masa revolusi dan masa kekhaisaran.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistika Pengunjung

  • 133,412 Tamu
free counters
Online Users
IP


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?

Masukkan alamat email Anda untuk mendapat update blog ini melalui email

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

Follow nherdiyanto's WebBlog on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: