you're reading...
Pemerintah

Penilaian Inisiatif Antikorupsi (PIAK) Tahun 2010

Bertempat di auditorium kantor KPK, pada tanggal 29 November 2010 Wakil Ketua KPK Mochammad Jasin menyampaikan nilai inisiatif beberapa instansi publik dengan menggunakan instrumen penilaian yang disebut Penilaian Inisiatif Antikorupsi (PIAK) 2010. PIAK adalah alat ukur untuk menilai kemajuan instansi publik dalam mengembangkan upaya pemberantasan korupsi di instansinya dengan menggabungkan penilaian indikator kuantitatif dan kualitatif. PIAK mengukur apakah suatu instansi telah menerapkan sistem dan mekanisme yang efektif untuk mencegah dan mengurangi korupsi di lingkungannya. PIAK merupakan modifikasi/pengembangan dari Anti Corruption Initiative Assessment (AIA) yang dibuat oleh lembaga antikorupsi Korea, Anti Corruption and the Civil Rights Commission (ACRC) sejak tahun 2002. Berbeda dengan Survei Integritas (SI) yang memotret kualitas layanan yang diberikan instansi publik kepada pengguna layanan dari sisi integritas, PIAK menilai inisiatif dari lembaga  tersebut untuk memperbaiki dirinya. Pada SI penilaian didapat dari sisi pengguna layanan, sedangkan penilaian PIAK dari sisi instansi itu sendiri.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan PIAK yang kedua bagi KPK. Dan, sebagai fungsi trigger mechanism dalam pemberantasan korupsi, KPK akan terus berupaya  mendorong munculnya inisiatif instansi publik melakukan langkah nyata pemberantasan korupsi di lingkungan internalnya. Indikator penilaian PIAK 2010 menggunakan 7 indikator kuantitatif yang digunakan pada PIAK 2009, yaitu:

1. Kode etik.
Nilai rata-rata indikator kode etik merupakan yang terendah dibandingkan indikator lainnya. Rendahnya indikator kode etik disebabkan sebagian besar unit-unit utama belum melakukan pengembangan dan sosialisasi kode etik sebagai titik mula pencegahan korupsi. Sub indikator penilaian kode etik meliputi: ketersediaan kode etik, mekanisme penerapan dan pelembagaan kode etik, serta penegakkan kode etik.

2. Peningkatan transparansi dalam manajemen SDM.
Dengan nilai rata-rata 3,85, hanya 20 unit utama/pemda yang memiliki nilai di atas 6. Tiga sub indikator manajemen SDM terdiri atas proses rekrutmen yang terbuka dan transparan, sistem penilaian kinerja yang terukur, proses promosi dan penempatan jabatan yang transparan. Dari ketiga sub indikator tersebut, sub indikator penilaian kinerja merupakan sub indikator dengan nilai  terkecil yakni 2,57. Masih banyak unit utama yang belum menerapkan penilaian kinerja secara menyeluruh ke seluruh pegawainya.

3. Peningkatan transparansi dalam pengadaan.
Nilai tertinggi pada indikator ini dicapai oleh Pemkot Yogyakarta, 8,17. Antara lain dikarenakan Pemkot Yogyakarta memulai e-procurement lebih awal, dan kinerja pengadaannya terus meningkat. Pemkot Yogyakarta juga telah membentuk ULP dan memiliki sarana pengaduan sebagai mekanisme kontrol yang memadai.

4. Peningkatan transparansi penyelenggara negara.
Unit utama yang memperoleh nilai tertinggi pada indikator ini adalah Ditjen Perbendaharaan, 9,51, berkat tingginya tingkat pelaporan LHKPN dalam unit utamanya.  Untuk sub indikator pelaporan gratifikasi, dinilai dari intensitas sosialisasi gratifikasi yang relatif tinggi dan terdapat unit yang membantu menangani laporan gratifikasi.

5. Peningkatan akses publik dalam memperoleh informasi unit utama.
Nilai rata-rata keseluruhan untuk indikator ini adalah yang tertinggi, yakni 6,63. Di lingkungan Kementerian Keuangan seluruh unit utama sudah memiliki nilai di atas 6 dan terdapat 54 unit utama lainnya juga memiliki nilai di atas 6. Tingginya skor yang diperoleh unit-unit utama tersebut disebabkan oleh banyaknya penggunaan jenis media untuk menyampaikan informasi terkait dengan tugas dan fungsi unit utama. Pada umumnya unit utama telah menyediakan website resmi, majalah/buletin, leaflet/flyer, dan papan pengumuman.

6. Pelaksanaan rekomendasi KPK.
Nilai rata-rata keseluruhan untuk indikator ini adalah 5,31. Terdapat 48 unit utama memiliki nilai di atas 6. 23 unit utama di antaranya memiliki nilai sempurna (10). Hal ini berarti ke-23 unit utama tersebut telah memiliki action plan atas rekomendasi yang diberikan oleh KPK/BPK/APIP.

7. Kegiatan promosi antikorupsi.
Indikator kegiatan promosi antikorupsi masih jauh dari nilai yang diharapkan. Rata-rata untuk indikator ini masih rendah yakni 3,65. Kegiatan promosi antikorupsi meliputi publik internal dan eksternal.

Selain 7 indikator kuantitaif tersebut dengan total bobot 0,865, total nilai PIAK ditambah dengan penilaian atas inisiatif antikorupsi lainnya yang merupakan indikator kualitatif berbobot 0,135. Penilaian untuk laporan kualitatif dilakukan dengan metode self assessment check list. Peserta PIAK mengisi sendiri kuesioner dengan melampirkan bukti pendukung. 55 laporan kualitatif yang diterima KPK dinilai secara independen oleh pakar. Setiap laporan kualitatif dinilai oleh 3 orang pakar.

Nilai rata-rata PIAK 2010 adalah 3,43. Dengan nilai indikator yang terbesar adalah Indikator untuk akses publik mendapatkan informasi, yakni 6,63.  Sedangkan, indikator kode etik adalah yang terendah meski memiliki bobot terbesar, yakni 1,88. Untuk instansi pusat nilai rata-rata PIAK 3,33 lebih rendah dari nilai rata-rata. Dengan nilai indikator yang terbesar adalah Indikator untuk akses publik dalam mendapatkan informasi, 6,4. Dan, yang terendah indikator kode etik 1,85.

Sedangkan nilai rata-rata PIAK untuk pemerintah  daerah lebih tinggi dari instansi pusat yakni 4,51. Indikator untuk akses publik dalam mendapatkan informasi masih yang tertinggi 8,17. Dan, indikator kode etik masih memperoleh nilai terendah yakni 2,18.

Instansi dengan nilai PIAK terbaik adalah Ditjen Perbendaharaan dengan total nilai 8,89. Nilai terbesar diperoleh oleh Ditjen Perbendahara karena aspek inovasi dalam indikator kualitatif dianggap sudah menyentuh aspek strategis dan sudah menggunakan bantuan teknologi. Artinya, Kementerian Keuangan sebagai instansi yang sudah melakukan reformasi birokrasi telah menunjukkan upaya lebih untuk mencegah terjadinya potensi tindak pidana korupsi di unit-unit utamanya.

Nilai PIAK  menggunakan skala penilaian 0 -10. Semakin tinggi nilai PIAK semakin besar inisiatif instansi/daerah tersebut dalam mencegah korupsi. Pada PIAK 2010 KPK menerima total 117 laporan kuantitatif dan 55 laporan kualitatif dari seluruh peserta, yang terdiri dari 18 kementerian/lembaga diwakili oleh: 80 unit utama, termasuk seluruh Ditjen di Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri; 2 Pemerintah Propinsi, Kalimantan Tengah dan Gorontalo; 4 Pemerintah Kota, Palembang, Yogyakarta, Denpasar dan Makasar; dan 2 Pemerintah kabupaten Sragen dan Jembrana. Dari 88 unit utama dan pemerintah daerah tersebut hanya 12 unit utama dan satu pemerintah daerah yang memiliki nilai PIAK di atas 6. Delapan (8) di antaranya unit utama dari Kementerian Keuangan.
Ketiga belas unit utama yang memperoleh nilai di atas 6,0 adalah:

1. Ditjen Perbendaharaan (Kemenkeu 8,99)
2. Ditjen Bea dan Cukai (Kemenkeu 8,86)
3. Ditjen Anggaran (Kemenkeu 8,38)
4. Ditjen Pajak (Kemenkeu 8,18)
5. Pemkot Yogyakarta (Pemda 7,88)
6. Ditjen Perikanan Budidaya (Kementerian Kelautan dan Perikanan 7,77)
7. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Kemenkeu 7,65)
8. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (Kemenkeu 7,23)
9. Badan Kebijakan Fiskal (Kemenkeu 7,16)
10. Setjen (Kementerian Kelautan dan Perikanan 6,69)
11. Ditjen Pengelolaan Utang (Kemenkeu 6,34)
12. Setjen (Kementerian Perhubungan 6,25)
13. Ditjen Perhubungan Laut (Kementerian Perhubungan 6,16).

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistika Pengunjung

  • 133,412 Tamu
free counters
Online Users
IP


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?

Masukkan alamat email Anda untuk mendapat update blog ini melalui email

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

Follow nherdiyanto's WebBlog on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: