you're reading...
Pemerintah

Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2013

Pada hari Rabu 16 Mei 2012 di depan Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin oleh Ketua DPR RI, Menteri Keuangan RI mewakili Pemerintah bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas telah menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) tahun anggaran 2013 secara resmi kepada DPR RI. Penyampaian KEM dan PPKF tersebut dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara beserta Undang-Undang Nomor 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) yang pada dasarnya menegaskan bahwa setiap tahun Pemerintah harus menyampaikan KEM dan PPKF tahun anggaran berikutnya selambat-lambatnya di pertengahan bulan Mei tahun berjalan. Selain itu, KEM dan PPKF juga menandai dimulainya serangkaian siklus anggaran tahun 2013. Esensi dari KEM dan PPKF adalah gambaran dari kondisi ekonomi makro yang akan dihadapi di tahun yang akan datang serta arah kebijakan fiskal yang akan ditempuh Pemerintah dalam rangka merespon dinamika perekonomian baik global maupun domestik, menjawab berbagai tantangan serta upaya strategis untuk mendukung pencapaian target Pemerintah sebagaimana tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2013. KEM dan PPKF 2013 menggambarkan desain awal sekaligus skenario pembangunan nasional yang akan dilaksanakan Pemerintah bersama-sama segenap komponen masyarakat pada tahun 2013 mendatang. KEM dan PPKF 2013 disusun dengan mengacu kepada RKP yang pada tahun 2013 ini mengambil tema “Memperkuat Perekonomian Domestik bagi Peningkatan dan Perluasan Kesejahteraan Rakyat”. Esensi dari tema tersebut adalah memberikan tekanan pentingnya penguatan daya saing perekonomian domestik untuk mendukung pencapaian kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan pada perkembangan perekonomian terkini baik domestik maupun global serta memperhatikan proyeksinya pada satu tahun mendatang, Pemerintah memproyeksikan asumsi ekonomi makro dalam KEM dan PPKF 2013 sebagai berikut :

(i) Pertumbuhan Ekonomi sebesar 6,8% – 7,2%;

(ii) Inflasi sebesar 4,5% – 5,5%;

(iii) Suku Bunga SPN Rata-rata 3 Bulan sebesar 4,5% – 5,5%;

(iv) Nilai Tukar sebesar Rp8.700 – Rp9.300 per USD;

(v) Harga Minyak Mentah Indonesia/ICP sebesar USD100 – USD120 per barel;

(vi) Lifting Minyak sebesar 910 ribu – 940 ribu barel per hari; dan

(vii) Lifting gas akan berada pada kisaran 1.290 – 1.360 mboepd.

Dari sisi kebijakan fiskal, Pemerintah menetapkan tema arah kebijakan fiskal tahun 2013 yaitu “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan melalui Upaya Penyehatan Fiskal”. Esensi dari tema tersebut menekankan pada pentingnya mengupayakan terwujudnya kondisi fiskal yang sehat dalam rangka mendorong terjaganya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui tema tersebut, kebijakan fiskal tahun 2013 juga diarahkan agar mampu merespon dinamika perekonomian global, regional maupun domestik, dan menjawab berbagai tantangan sekaligus isu-isu strategis serta memberi dukungan yang optimal bagi pencapaian sasaran pembangunan yang telah ditetapkan. Kebijakan fiskal tahun 2013 juga tetap diarahkan untuk tetap menjaga kesinambungan fiskal yang ditempuh melalui 4 (empat) hal pokok yaitu

(i) Optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha;

(ii) Meningkatkan kualitas belanja negara melalui efisiensi belanja yang kurang produktif dan meningkatkan belanja modal untuk memacu pertumbuhan dan peningkatan daya saing;

(iii) menjaga defisit anggaran pada batas aman (<3% PDB);

(iv) Menurunkan rasio utang terhadap PDB dalam batas yang manageable.

Melalui ke empat langkah tersebut diharapkan APBN dapat dikelola secara efisiensi dan sekaligus mendorong produktivitas setiap pos dalam APBN baik pada sisi pendapatan, belanja maupun pembiayaan. Dengan mengarahkan kebijakan fiskal yang efisien dan produktif, diharapkan tidak hanya akan memberi kontribusi yang optimal bagi kesinambungan fiskal tetapi juga berdampak bagi peningkatan daya saing perekonomian domestik yang pada akhirnya dapat mendorong terwujudnya stabilitas perekonomian yang mantap. Kombinasi terjaganya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan terwujudnya stabilitas ekonomi melalui penyehatan fiskal tersebut selanjutnya akan menjadi bantalan yang kuat untuk mendukung pembangunan yang pada gilirannya akan memberi kotribusi yang positif bagi terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Selanjutnya, Pemerintah akan melakukan rangkaian pembahasan KEM dan PPKF 2013 bersama DPR RI yang juga akan membahas RKP 2013. Hasil dari pembahasan ini akan dituangkan dalam kesepakatan yang selanjutnya akan menjadi acuan sekaligus landasan awal dalam proses penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (NK dan RAPBN) Tahun Anggaran 2013 yang pada Bulan Agustus 2012 nanti akan disampaikan oleh Pemerintah kepada DPR RI untuk dibahas bersama.

Sumber : http://www.fiskal.depkeu.go.id

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Statistika Pengunjung

  • 133,412 Tamu
free counters
Online Users
IP


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?

Masukkan alamat email Anda untuk mendapat update blog ini melalui email

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya

Follow nherdiyanto's WebBlog on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: